
Sekretaris Komisi D: Tak Ada Sosialisasi, Wajar Warga Tolak
Kendati event internasional Sail Banda 2010 bakal digelar di Maluku lima bulan lagi, namun belum ada upaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.
Tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat ini membuat masyarakat Maluku ramai-ramai menolak event internasional yang bertujuan untuk mempromosikan Maluku tersebut.
Sekretaris Komisi D DPRD Maluku, Ma'sum Wailisahalong menandaskan, aksi penolakan rencana pelaksanaan Sail Banda merupakan bukti bahwa masyarakat Maluku tidak paham akan maksud dan tujuan digelarnya kegiatan tersebut.
"Pemprov Maluku melalui Disbudpar Maluku selama ini tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga wajar jika masyarakat menolak dengan alasan tidak memberikan manfaat apa-apa bagi masyarakat," tandasnya.
Wailisahalong mengaku sangat memahami pendapat masyarakat menyangkut event Sail Banda hanya menguntungkan kaum elit dan hal itu menjadi pelajaraan bagi pemprov untuk memberitahukan kepada rakyat Maluku akan maksuid dibalik penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Anggota DPRD Maluku dari Fraksi Kebangsaan ini menandaskan, penolakan dari warga atas event Sail Banda merupakan koreksi bagi Pemprov Maluku dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
"Wajar saja jika masyarakat menganggap Sail Banda lebih berpihak kepada kepentingan kaum elit dibandingkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini terjadi karena kelalaian pemprov yang tidak mensosialisasikan visi dam misi dan tujuan digelarnya event tersebut," jelasnya.
Dikatakan, sebenarnya melalui penyelenggaraan Sail Banda maka Maluku akan memperoleh nilai tambah, karena selain dikenal oleh wisatawan mancanegara maupun domestik, juga akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya guna mengelola potensi sumberdaya alam di Maluku. (S-26)




